Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif
Tidak Butuh Toleransi

Kata toleransi itu menjadi sangat penting dan relevan bila ada pada tataran hubungan antarmanusia beragama. Manusia yang dengan kemauannya sendiri atau orang lain memeluk suatu agama terorganisir. Di tataran itu, kita memang tidak bisa dengan mudahnya mengatakan bahwa semua agama sama, sama-sama mengajarkan kebaikan. Kalau memang sama, kenapa tidak dijadikan satu saja? Tentu karena banyak sekali perbedaan dalam setiap ajaran dan ekspresi dari masing-masing agama tersebut, sehingga menyebutnya "sama", sekalipun dalam konteks kebaikan, akan cepat menimbulkan polemik. Apalagi di Negara kita. Sehingga, mendengungkan kata toleransi, pada tataran itu, dan mengamalkannya menjadi sesuatu yang sangat penting dalam upaya menciptakan suatu hubungan sosial yang harmonis.

Kata toleransi bisa menjadi tidak begitu penting lagi didengungkan kalau kita berani menyelami tataran yang lain. Bukan pada tataran hubungan antarmanusia beragama, tapi pada tataran hubungan antarmanusia. Melihat manusia sebagai manusia, yang juga sama seperti kita. Untuk bisa memiliki penglihatan ini, tentu saja identitas agama tidak muncul 'di depan' secara dominan atau sengaja ditonjolkan dalam interaksi sosial masyarakat yang heterogen. Yang lebih dominan muncul bukan lagi nilai-nilai kebenaran dalam agama masing-masing, tapi sudah diolah menjadi nilai-nilai kebaikan yang bisa dengan mudah dicerna siapapun.

Ini memang seperti teori atau konsep yang ideal. Namun, bukan berarti tidak bisa kita upayakan. Ini bukan hanya tentang sudut pandang yang berbeda, tapi juga kedalaman pandang. Untuk bisa melihat manusia lain sebagai manusia yang sama dengan kita bukan cuma dibutuhkan pergeseran atau perluasan perspektif, tapi kedalaman dalam memahami diri kita sendiri. Di tataran terdalam diri kita, mungkin kita tidak butuh lagi kata toleransi. Apa yang perlu ditoleransikan kalau yang kita lihat bukan lagi sesuatu yang sama dengan diri kita, tapi adalah diri kita sendiri?

Karya : Adi Prayuda