Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif
Aktifitas Seru Untuk Ayah, Ibu dan Anak Cerdas

Aktifitas Seru Untuk Ayah, Ibu dan Anak Cerdas

Memiliki anak cerdas dan sehat tentu menjadi kebanggan setiap orang tua. Taukah Anda, jika setiap anak terlahir dengan mebawa potensi dirinya masing-masing? Sehingga semua anak memiliki keunikan dan kecerdasannya sendiri. Namun, sebagai orang tua, wajib untuk menggali, menemukan, membina dan membawanya hingga menjadi sebuah prestasi. 

Menurut seorang psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, setidaknya ada 3 ciri khas anak cerdas yang dapat dikenali sejak ia mesih berusia dini. Pertama adalah anak yang cerdas akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Kedua, ia akan mampu menemukan solusi dari setiap kenadal yang dihadapi. Dan yang ketiga, ketika ia berusaha untuk tak mengulangi kesalahan yang sama, maka ia bisa tergolong anak yang cerdas. 

Tingkat kecerdasan anak, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor utama yang tak dapat di pungkiri adalah faktor keturunan atau genetis. Dan faktor kedua, yang dapat diusahakan oleh orang tua untuk meningkatkan kecerdasan si kecil adalah melalui lingkungannya. Baik itu internal maupun eksternal. Bisa berupa nutrisi, stimulai, dan komunikasi. 

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi anak yyang cerdas, pintar dan juga sehat? 

salah satunya adalah menjadi bagian penting dari kehidupan anak, mulai dari hari pertama ia terbentuk di dalam kandungan. Karena, kecerdasan dimulai dari usia 0 bulan, terbentuknya janin. Dimana, otak merupakan salah satu organ yang terbentuk pali awal. Dimulai dari jutaan serabut sel saraf otak. 

Setelah si kecil lahir ke dunia, maka Ibu wajib memberikan ASI secara eksklusiv selam 6 bulan. dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI yang memiliki nilai nutrisi yang baik untuk otak dan fisik. Namun, sayangnya tak semua ibu memiliki kesem[atan untuk memberikan ASI. Bisa karena produksi ASI yang tersendat, atau ada alasan lain. Nah, untuk itu, ibu bisa memberikan susu formula, namun tetap dengan memberikan pelukan hangat, tatapan penuh cinta, dan mengajaknya berkomunikasi setiap waktu. Hal ini, mampu menstimulasi seluruh sarafnya agar tumbuh dengan optimal. 

Menjaga asupan nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang anak

Aktifitas anak di usia emasnya, membuatnya butuh banyak nutrisi sebagai sumber energinya. Nah, untuk itu, ibu jangan sembarangan dalam menyiapkan menu makanan sehari-hari. Sayur dan buah wajib hadir sebagai bintang utama dalam piring makan si kecil ya. bintang tamunya, bisa berupa tempe, telur, ikan, daging ayam, dan sumber protein lainnya. 

Dalam masa tumbuh kembangnya, si kecil membutuhkan asupan kalsium, protein, zat besi, mineral, dan vitamin yang tinggi. semua unsur tersebut, selain untuk menjamin ketersediaan energi baginya, juga untuk menunjang tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun otak. 

Melakukan Aktifitas Seru Bersama-sama 

Tak hanya makanan saja, anak juga membutuhkan gerakan tubuh untuk mendukung pertumbuhan tulangnya lho. selain itu, aktifitas anak yang dilakukan sehari-hari juga mampu mengasah kemampuan kognitifnya. Dimana, anak akan belajar memecahkan suatu permasalahan, menemukan solusi, dan mengatur strategi. 

Orang tua dapat mengajak anak melakukan kegiatan bersama-sama. Selain dapat mbangun kedekatan yang lebih baik lagi antara anak dan orang tua, kegiatan yang dilakukan bersama-sama juga dapat mendongkrak kepercayaan diri pada anak lho. lalu, apa saja ya kira-kira aktifitas seru yang disukai anak-anak? 

Bekerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan rumah

Taukah Anda, bahwa melakukan pekerjaan rumah bersama orang tua mampu menjaga anak dari pergaulan bebas? Ketika anak menginjak usia 5-10 tahun, orang tua memegang peranan penting dalam membentuk karakter anak. Dimana, anak perempuan harus dekat dengan ibu, dan anak laki-laki harus dekat dengan ayah. 

bukan tanpa alasan tentunya, karena kekurangan salah satu figur dapat mengakibatkan ketimpangan yang terjadi didalam batin anak. Ada satu sisi dalam hati anak, yang harus ‘di isi’. 

Nah, untuk itu, ajaklah putra putri Anda untuk melakukan pekerjaan rumah bersama. Misalkan, anak perempuan membantu ibu memasak, membersihkan rumah dan mencuci. Sedangkan anak laki-laki, dapat mencuci motor atau mobil dengan ayah, mereparasi berbagai perkakas rumah yang rusak, atau melakukan tugas yang biasa dilakukan oleh para pria. 

Pesta Kebun

Sesekali, Anda dapat mengajak si kecil untuk melakukan kemah kecil-kecilan di pekarangan rumah. Siapkan tenda, perlengkapan barbeque, dan games seru. Kolabotrasi antar anak dan orang tua, mampu membangun keakraban dan mengasah kemandirian pada anak. Sesekali, Anda boleh memberikan ia kepercayaan untuk mengemban satu tugas khusus. 

Piknik 

Refreshing merupakan cara umum dalam menemukan karakter anak. Ajak anak ke sebuah tempat baru, lalu lihatlah apa yang terjadi padanya. tanpa Anda sadari, setiap anak akan memberikan respon yang berbeda-beda dalam menanggapi hal yang baru ia temui. 

Nah, ini dapat menjadi salah satu kesempatan emas bagi anda untuk menggali dan mengenali minat dan bakatnya. 

Misalkan, Anda boleh mengajaknya ke sebuah pameran. Ketika si kecil sibuk berlari-lari kesana kemari, berarti ia tipe petualang. Namun, ketika ia sibuk menelisik setiap sudut lokasi pameran, dan banyak menanyakan hal-hal diluar objek pameran, maka ia dapat dikategorikan sebagai seorang pembangun. Nah, ketika ia sibuk menanyakan harga, membandingkan satu barang dengan yang lain dari segi ekonomi, sudah jelas kan ia mengarah kemana?

Satu hal pasti, anak cerdas bukanlah anak yang selalu mendapatkan nilai bulat disetiap mata pelajaran. Namun, anak yang mampu mengelola sebuah situasi yang ia hadapi dengan baik dan bisa diajak bekerja sama. Dan setiap anak, memiliki potensi yang sama untuk itu.

Karya : Luciana Soebono