08 Des 2013 | 4:38:17 AM

maysihombing1

Topik : 1

Tanggal gabung : 25 Nov 2013

Login terakhir : 13 Des 2013 | 7:25:12 PM

" KAMI ANAK JALANAN "


 

Siang itu aku berdiri dibawah teriknya matahari, dari jarak 10 meter tak henti-hentinya aku menatap sebuah rumah yang beratap dan beralaskan kardus-kardus.Lebih tepatnya tempat itu sangat kumu, tak layak disebut rumah.Tapi,bagi kami itu adalah istana dimana kami bisa tidur,makan,tertawa,menangis,dan berbagi canda tawa dengan sahabat-sahabat yang bernasib sama denganku.

Aku duduk ditanah yang bercampur pasir dan batu-batu kecil.aku terdiam untuk beberapa saat,hingga banyak sekali

pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benakku..

“TUHAN ENGKAU tidak adil.!! Kenapa? Kenapa ENGKAU memberikan kami hidup seperti ini.? Kenapa kami tidak bisa seperti

anak-anak yang lain!! Kenapa TUHAN.? Pertanyaan itu lagi-lagi muncul dalam benakku.

Sering  aku menangis dan menyesalin hidupku. Aku lelah hidup dan tinggal ditempat seperti ini,aku bosan mendengar pejabat-pejabat menggatakan kalau mereka akan membantu RAKYAT MISKIN.!!! kenyataannya.?? mereka sama sekali tak memikirkan kami.

Pernahkah kau merasa bagaimana perasaan kami saat semua orang menganggap remeh kami.?

Pernahkah kau merasa bagaimana perasaan kami atas semua tuduhan-tuduhan jelek yang sebenarnya tidak kami lakukan.?

Pernahkah kau merasa bagaimana kami bisa bertahan hidup,dengan keadaan yang sangat buruk.?

Pernahkah kau merasa saat kami berkata jujur dan meminta bantuan pada orang-orang yang hidupnya layak,kami sama sekali tak dipercaya?

Pernahkahkah kau merasa bagaimana kami menjalani hidup seberat ini.?

Pernahkah kau merasakan berada diposisi kami..? Apa yang akan kau lakukan.?apa kau hanya diam saja ? Diperlakukan seenaknya!!!

Apa yang kau lakukan saat bertemu dengan kami.? takut,? marah.? benci.? jijik.? sedih.? tertawa.?atau malah mengabaikannya.?

“Yaa,benar!...kami memang anak jalanan, terkenal urak-urakan,jorok,dekil,dan tak punya sopan santun,yang hanya tidur beralaskan kardus dan Koran-koran bekas saja.

Kami tak seberuntung kalian, punya rumah mewah,mobil,hingga semua yang kalian ingginkan bisa kalian miliki.

Tentu  sangat berbeda dengn kami!..Untuk bisa makan saja kami sudah sangat bersyukur.

Jika  disuruh memilih, kami tak menginginkan hidup seperti ini,kami tak mau dianggap orang yang tidak berguna dan tidak dianggap ada sama sekali didunia.

“Kami juga punya impian dan punya harapan.!"

Yaa,..sama seperti kalian punya impian dan harapan.hanya saja jalan hidup kita berbeda,kalian bisa melakukan apa yang kalian mau.

Sementara kami.! kami melakukan yang benar tetap tidak pernah benar dimata kalian.!

“Apa yang harus kami lakukan.?”

“Siapa  yang akan percaya pada kami?”

Pemerintah.? Yang hanya bisa korupsi,Menghabiskan uang masyarakat? mereka tak pernah peduli dengan kami,apalagi dengan status kami “ANAK JALANAN” Mereka hanya mementingkan dirinya dan keluarganya tanpa memikirkan kami.

Satu hal yang kami percaya,”selama kami berbuat baik,kami akan mendapat yang terbaik”

“Yaaa”,.Entah kata-kata itu hanya hiburan semata agar kami bisa bertahan.!!!

"kapan kami membaik..?? kapan hidup kami berubah.?? dan sampai kapan kami diangap sebagi anak-anak bangsa.!!!

Hati kami rasanya seperti disayat-sayat pisau, saat semua orang mengatakan kami “Sampah Masyarakat” kami bukan sampah masyarakat.!!! kami  juga ingin sukses,kami juga hidup punya tujuan, walau hidup yang kami jalanin lebih berat.

“Dimana..? Dimana seharusnya kami berada??”

“Siapa..? Siapa yang peduli dengan hidup kami.??”

Tak ada yang peduli dengan hidup kami.Kami “ANAK-ANAK JALANAN” yang merasakan kejamnya dunia.

Copet, Kekerasan, Pembuat Onar, Apa itu yang dapat kalian ingat dari “ANAK-ANAK JALANAN.??”

Tak adakah sebutan yang lebih baik dan lebih pantas buat kami.??

Kami tak ingin melakukan hal-hal seperti itu,terkadang kalianlah yang memancing kami melakukan itu,kami hanya ingin membantu sahabat kami yang sedang sakit,dan harus dirawat..

“Yaa…”tentu saja itu membutuhkan biaya,uang hasil copet untuk biaya rumah sakit, kami tidak mau kehilangan sahabat lagi.

Jika sahabat kamu dalam bahaya,.apa yang akan kamu lakukan.?

“Membantunya bukan.?

“Yaa,..”  kami juga seperti itu,.!! saat teman-teman kami dituduh mencuri yang sebenarnya hanya mencuri Roti,akibatnya dipukul massa dan bahkan kami dimasukkan kepenjara dengan hukuman yang berat.

“ADILKAH INI BUAT KAMI ANAK-ANAK JALANAN..??”

Sekarang aku mengerti, maksud TUHAN memberiku hidup seperti ini,” DIA memberikan kami Rasa KEKELUARGAAN,PERSAHABATAN,CINTA,dan SAYANG yang tak akan pernah bisa dibeli…

Walau semua orang tak pernah melihat itu. Namun kamilah yang menjalankan dan merasakannya!..

Mari saling MEMBERI, MENGHARGAI, MENYAYANGI, dan MENGHORMATI..

 “SIAPUN DAN APAPUN PEKERJAANMU..!” 

 

Komentar
Tulis Komentar

Anda harus login dahulu untuk menulis komentar