Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian
Duhai Ananda,

Duhai ananda tercinta,

Jika orang tua, mertua, paman dan bibi, atau siapa saja melakukan visit kerumahmu dan kamu membekalinya dengan oleh-oleh hendaklah engkau pertimbangkan apa yang engkau berikan, agar tidak memberatkan mereka dalam perjalanannya. Terlebih jika mereka menggunakan kendaraan umum, terlebih jika kondisi fisik mereka sudah tidak memungkinkan untuk membawanya.

Jika engkau tak mampu mengantar mereka hingga tiba sampai tujuan, minimal antarkanlah mereka sampai mereka mendapati kendaraan yang dituju. Atau di zaman kemudahan transaksi online seperti sekarang ini, pesankanlah gocar/grabcar atau car-car yang lainnya sehingga mereka tinggal duduk-duduk manis sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

Siang kemarin, saya mendapati dua orang tua dengan dua tas besar (yang beratnya bukan main, kenapa saya tahu? Baca sampe selesai ya), satu kresek yang sama beratnya dan satu kresek lainnya. Jadi total ada empat tentengan mereka. Belum lagi si ibu yang menggendong tas nya, cukup membuat riweuh untuk ukuran orang tua. Yang saya dengar ketika dua orang tua ini naik adalah, seorang laki-laki muda yang hanya berkata (jika tidak saya menyebutnya berteriak)

“Nanti naik mobil ke Veteran”

Entah siapa dia. Dia membantu menaikan barang-barang yang saya sebutkan tadi. Sampai gerbang Gading Serpong, angkot yang kami naiki berhenti, tanda bahwa kami harus segera turun. Dua orang tua ini hanya diam saja. Besar dugaan saya mereka tidak tahu. Saya pun memberi tahu mereka dan menunjuk arah bis yang letaknya lumayan jauh. Si ibu masih kebingungan sementara si bapak (sepertinya sudah berkurang nikmat pendengarannya) tak kalah bingungnya.

Tanpa fikir panjang, sebagai salah satu agen Charlie Angel kawe (entah saya jadi Drew Barrymore, Cameron Diaz atau Lucy Liu)atau saya terobsesi jadi Tayis dari Alexandri :p, saya membantu mereka menawarkan bantuan membawakan salah satu yang mereka bawa. Saya mengambil salah satu tasnya dan langsung berasa akan menjadi backpacker gadungan dengan memanggul backpack dan ternyata itu tas ransel beratnya minta ampun, sumpah!!!

Entah berapa emas batangan yang ada di dalamnya :p. Ternyata bantuan saya ga cukup guys, sibapak masih kesusahan mengangkat tas ransel yang satu nya lagi. Si ibu langsung sigap mengambil alih. Saya pun membantu membawa satu kresek lainnya. And you know what??? Itu kresek putih aku rasa isinya beras dan gula putih yang entah berapa kilo (I’m bad at assuming :p), pokoknya sama beratnya deh dengan perasaanku padamu :p

Masalah lain timbul ketika akan menyebrang, sempat terfikirkan untuk langsung menyebrang jalan (tanpa melalui jembatan penyebrangan) tapi ngeri juga dengan mobil-mobil yang kadang suka semaunya, terlebih melihat sibapak lambat sekali berjalannya. Naik jembatan penyebrangan juga sebenarnya bukan ide bagus, you know kan itu jembatan lumayan terjal (macam hidup ini lah :p), tapi tak ada pilihan lain.

Kami pun bertiga naik jembatan penyebrangan. Dengan semangat seperti naik Kawah Ijen atau Pananjakan Bromo saya memimpin ekspedisi penyebrangan ini. Hasilnya? Keringetan ga terkira guys, saking capek dan beratnya tas ransel yang di bawa si ibu jatuh dan terputus (mungkin tasnya ga cukup kuat menanggung berat bebannya), sama kayak aku menanggung berat beban rinduku padamu wkwkwkwkwkwk.

Dua orang tua ini, akhirnya menikmati duduk dibawah jembatan penyebrangan sambil meluruskan kakinya. Siibu berkali-kali meminta maaf karena telah merepotkan katanya. Yah ibu, woles aja kali Bu J saya menunggu sampai akhirnya terlihat Mas Agra berbaju merah datang menyapa. Begitu mereka saya kasih tahu mereka berdiri dengan sedikit susah, karena masih kecapean dan sudah lumayan uzur. Saya pun mempersilahkan mereka naik terlebih dahulu sambil membantu menaikkan barang-barang mereka. Tapi ada yang membuat saya ngikik (dalam hati) waktu saya balik badan adalah sewaktu si ibu manggil-manggil,

“De, ade makasih ya..........”

Siibu kulihat melambaikan tangannya, dadah-dadah persis Miss Universe hihihihihi :) lha saya jadi ikutan dadah-dadah juga sambil ngasih senyum pepsodent, tring :)

Karya : Irma Rahmatiana